Latihan Penulisan Shuhuf Al-Quran Di Pesantren Ramadan MAN 20 Jakarta

Diposting pada: 2018-06-10, oleh : Admin MAN 20 Jakarta, Kategori: Kegiatan Siswa

Jakarta ( Humas MAN 20 Jakarta)  ---Bertempat di masjid Al-Ittifaq MAN 20 Jakarta , seluruh siswa kelas X – XI tampak antusias mengikuti kegiatan Pesantren Ceria Ramadan 1439 H  yang digagas oleh panitia Pesantren Kilat Ramadan. Kegiatan ini dilaksanakan mulai dari tanggal 6 – 8 Juni 2018.

Pesantren  Ramadan tahun ini  memilih tema “ Terbentuknya Pelajar yang Berwawasan Luas, Berakhlakul Karimah dan Bertakwa kepada Allah Swt”.  Dengan harapan,  usai mengikuti kegiatan ini wawasan keislaman siswa semakin baik, menjadi pribadi religius serta mencintai Tuhannya dengan bingkai akhlak dan amal soleh. 

Dalam sambutannya, Kepala MAN 20 Jakarta , Aceng Solihin, MA mengatakan bahwa hakikat puasa tidaklah semata menahan lapar dan dahaga di tengah cuaca ekstrim sekalipun, namun hal terpenting adalah internalisasi nilai-nilai puasa dengan meneladani sifat-sifat heroik para sahabat nabi yang berjuang di jalan Allah Swt saat peristiwa Perang Badar.

“ Kualitas puasa kita tentulah jauh berbeda dibandingkan puasanya para sahabat Nabi yang berperang di jalan Allah Swt. Di saat berperang, mereka mampu menahan lapar dan dahaga melawan kafir Quraisy.  Maka nilai-nilai keberanian, kesabaran, istiqamah menjadi kunci kesuksesan menjadi pribadi bertakwa pasca Ramadan kelak ,”  tambahnya.

Yang menarik, materi-materi pesantren Ramadan dikemas secara menarik dan interaktif sehingga para siswa kian semangat mengikuti kegiatan ini. Salah satunya adalah materi penulisan shuhuf Al-Quran dengan metode Iqra Bil Qalam ( Follow the Line) yang disampaikan oleh Ustad Syafrudin, M.Si dan tim dari Lembaga Iqra Bil Qalam, Bekasi.

Menurut Syafrudin, metode Iqra bil Qalam adalah metode penulisan Al-Quran dengan cara mengikuti garis tulisan ( follow the line)   yang sudah terbentuk secara samar dengan tetap mengikuti kaidah atau tata cara penulisan Al-Quran yang benar.  

“ Saat ini ada kesenjangan di kalangan umat Islam dalam kemampuan membaca dan menulis Al-Quran. Mereka yang pandai menghafal Al-Quran, tidak secara otomatis mampu menulisnya dengan kalimat dan harokat yang benar “ katanya

Dede Ismoko, siswa  kelas X-IPS1 menilai kegiatan menulis Al-Quran dalam shuhuf bergaris  adalah hal yang baru baginya. “ Instrukturnya baik dan sabar. Saya dilatih untuk fokus, konsentrasi, dan sabar menulis ayat demi ayat Al-Quran yang tertulis dalam shuhuf itu “,  ucapnya bangga.( Firman)


Print BeritaPrint PDFPDF

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Url  masukkan tanpa Http:// contoh :www.m-edukasi.web.id
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini