Kamad MAN 20 Jakarta : Guru Harus Paham Substansi Kurikulum 2013

Diposting pada: 2018-10-06, oleh : Admin MAN 20 Jakarta, Kategori: Agenda Sekolah

 

Jakarta (Humas MAN 20 Jakarta) – Sebagai pendidik profesional, guru tidak hanya dituntut piawai menyampaikan materi pelajaran sesuai kompetensinya. Hal paling esensial adalah menguasai isi kurilum nasional atau yang dikenal Kurikulum 2013 Revisi. Amanah tersebut disampaikan Kepala MAN 20 Jakarta Timur, Aceng Solihin, MA saat rapat pembinaan dewan guru, Kamis pagi ( 4 /10/2018).

Rapat rutin yang digelar tiap miggu ini turut dihadiri oleh para wakil kepala madrasah, dan wali kelas X - XII. Rapat pembinaan ini juga sebagai wadah silaturahmi dan bahan evaluasi bagi peningkatan kedisiplinan dan profesionalisme guru.

Kepala MAN 20 Jakarta Timur, Aceng Solihin, MA mengatakan guru sebagai tenaga profesional, layaknya seorang pembelajar sejati. Mereka dituntut rajin membaca buku, mengikuti perkembangan tekonologi pendidikan, forum-forum ilmiah, dan memahami kurikulum.

Pada rapat kali ini, Kepala MAN 20 Jakarta Timur mengupas materi Kurikulum pada Permendikbud  RI no: 20 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan. Guna menghasilkan lulusan madrasah yang sesuai visi MAN 20 Jakarta Timur yaitu “ MAUMU” ( Mandiri, Unggul dan Berilmu ), maka sebagai tenaga profesional guru dituntut menguasai 4 hal penting dalam impelementasi Kurikulum 2013.

Pertama : guru harus menguasai materi pelajaran. Implikasi dari kompetensi tersebut ialah guru dituntut harus banyak membaca, meresume materi ajar, membuat peta konsep (mind map) bahan ajar yang sesuai standar kompetensi dan indikator pencapaiannya. Langkah  tersebut dilakukan agar materi yang disajikan mudah dipahami siswa dan dimengerti, namun tetap kontekstual. Penguasaan ini selanjutnya dikenal istilah Standar Isi.

Kedua: guru harus menguasai metode pembelajaran. Sehebat apapun materi yang dikemas guru tanpa dilengkapi dengan metode dan model pembelajaran bervariatif, maka efeknya adalah rasa jenuh dan bosan. Penguasaan ini selanjutnya dikenal istilah Standar Proses

Ketiga : guru harus menguasai evaluasi. Evaluasi yang dimaksud adalah kompetensi dalam mendesain kisi-kisi dan naskah soal, merancang soal – soal  tipe HOTS  serta menilai hasil ulangan siswa secara objektif. Penguasan ini selanjutnya dikenal dengan istilah Standar Penilaian

Keempat : Guru harus menguasai standar kompetensi lulusan. Para lulusan madrasah tidak hanya menguasai pengetahuan faktual,  konseptual, prosedural, namun mampu mengaitkan pengetahuan tersebut dalam konteks diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, serta kawasan regional. Penguasan ini selanjutnya dikenal dengan istilah Standar Kompetensi Lulusan.  ( Firmansyah ) 

 


Print BeritaPrint PDFPDF

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Url  masukkan tanpa Http:// contoh :www.m-edukasi.web.id
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini