Imunisasi Difteri dan Skrining oleh Puskemas Jatinegara di MAN 20 Jakarta Timur

Diposting pada: 2018-10-10, oleh : Admin MAN 20 Jakarta, Kategori: Agenda Sekolah

Jakarta (Humas MAN 20 Jakarta) – Sebanyak 286 peserta didik MAN 20 Jakarta mengikuti kegiatan Outbreak Response Imunization (ORI) Difteri dan Skrining yang dilaksanakan oleh Puskesmas Kelurahan Jatinegara, Suku Dinas Kesehatan Jakarta, hari Selasa, 9 / 10 / 2018.

Sebelumnya Puskesmas Kelurahan Jatinegara pernah mengadakan kegiatan serupa di MAN 20 Jakarta di putaran 1 dan 2. Pada putaran yang ketiga, Puskesmas Jatinegara kembali menerjunkan 6 petugas tim medisnya melakukan imunisasi dan skrining bagi siswa kelas X – XII yang berlokasi di Ruang UKS dan Aula. Keenam petugas tersebut berasal dari instituasi berbeda, 3 orang pertam adalah dokter dan perawat dari Puskesmas Jatinegara, 2 petugas berikutnya perawat dari RS Harapan Jayakarta dan 1 petugas lainnya adalah perawat Klinik Kebidanan.

Sebelum tahapan imunisasi dimulai, para siswa diwajibkan mengisi formulir skrining dengan catatan kondisi fisik yang sehat dan tidak mengonsumsi obat apapun. Usai mengisi formulir, para siswa kelas X mulai mengikuti serangkaian pemerikasaan medis yang meliputi pemeriksaan  THT, organ dalam tubuh,  tes darah dan suntik imunisasi. Sedangkan untuk kelas XI – XII, baik siswa laki – laki dan perempuan hanya menjalani suntik imunisasi saja.

Sunarti, S.Pd selaku Pembina PMR mengatakan kegiatan ORI Difteri dan skrining amat penting bagi peningkatan kualitas kesehatan siswa kami.  Selain wujud kepedulian Puskesmas terhadap kesehatan madrasah, juga sebagai bentuk kerjamasama bilateral yang telah terjalin erat antara kedua belah pihak.

“Kegiatan ORI Difteri dan Skrining putaran ketiga ini diakukan oleh Puskesmas dengan tujuan membantu menjaga imunitas tubuh siswa-siswa MAN 20 Jakarta dari serangan serangan berbagai penyakit atau bakteri –bakteri lainnya" ujarnya.

“Bahkan sebagian siswa tampak senang saat penyakit mereka teridentifikasi oleh petugas, lalu petugas tersebut memberi rekomendasi rumah sakit/puskesmas rujukan . Tentu saja ini merupakan bentuk pelayanan prima yang mereka berikan kepada siswa kami” tambahnya

Indah Puspakirana (XII-IPS2), saat diperiksa oleh petugas puskesmas menuturkan “Selah disuntik imunisasi, sontak badan saya terasa lemas. Namun sakit saya terobati, saat menerima tablet tambah darah dari petugas puskesmas.. Dengan mengonsumsi  tablet ini, kita akan terhindar dari penyakit amnesia ” ujarnya. ( Firmansyah)


Print BeritaPrint PDFPDF

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Url  masukkan tanpa Http:// contoh :www.m-edukasi.web.id
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini